
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. MAGETAN—Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus menggelorakan semangat hidup sehat dan bugar melalui program line dance. Terbaru, DWP Unesa melaksanakan line dance bersama di lingkungan Kampus 5 Magetan, pada Minggu, 15 Februari 2025.
Kegiatan ini merupakan program rutinitas yang diikuti pengurus dan anggota DWP Unesa baik yang berasal dari kampus Surabaya maupun Magetan. Senam kali ini berbeda dari biasanya, di mana peserta mengenakan daster, sehingga lebih santai dan memberi kesan bahwa sehat itu mudah dan murah.
Ada beberapa alasan kesehatan dan kebugaran mengapa program ini terus digencarkan. Line dance, bukan sekadar ajang kumpul-kumpul atau hobi pengisi waktu luang. Di balik keseruan langkah cha-cha dan putaran badan, tersimpan rahasia medis yang sangat lengkap.
Bagi masyarakat yang sering merasa "berat" untuk memulai olahraga formal, line dance hadir sebagai solusi cerdas; olahraga yang menyamar sebagai hiburan.
Secara medis, line dance adalah paket lengkap kesehatan. Pertama, ia adalah sahabat jantung. Saat berdansa selama 30 hingga 60 menit, detak jantung akan terjaga di zona latihan yang stabil. Ini adalah cara yang menyenangkan untuk memperkuat otot jantung, dan melancarkan aliran darah.

www.unesa.ac.id
Kedua, line dance adalah vitamin bagi tulang dan sendi. Gerakan melangkah dan berputar secara lembut memaksa tulang menahan beban tubuh sendiri secara dinamis. Hal ini sangat efektif untuk mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis), terutama bagi yang sudah memasuki usia senja. Karena sifatnya yang minim lompatan (low impact), olahraga ini sangat ramah bagi lutut, namun tetap ampuh menjaga kelenturan sendi agar tidak kaku.
Ketiga, line dance memaksa otak untuk bekerja keras menghafal urutan langkah dan menyelaraskannya dengan ketukan musik. Inilah latihan "senam otak" yang sesungguhnya. Tak hanya itu, line dance adalah "obat tidur" dan pereda stres alami. Saat kita bergerak mengikuti irama musik bersama teman-teman, tubuh akan membanjiri sistem saraf dengan hormon endorfin dan dopamin, hormon kebahagiaan yang membuat pikiran lebih rileks dan suasana hati lebih ceria.
Bahkan, jika dilakukan dengan kearifan lokal seperti menggunakan daster , line dance menjadi simbol demokratisasi olahraga. Ia membuktikan bahwa untuk sehat, kita tidak butuh pakaian mahal atau sepatu bermerek. Cukup dengan daster yang nyaman, musik yang semangat, dan niat untuk bergerak, kita sudah melakukan investasi nyawa yang tak ternilai harganya. (Tim Humas Unesa)
Share It On: