
Ilustrasi musik (Freepik.com)
Unesa.ac.id. SURABAYA—Kehadiran platform digital seperti TikTok dan Spotify tidak hanya mengubah cara masyarakat menikmati musik, tetapi juga sangat memengaruhi selera musik Generasi Z secara mendalam. Fenomena ini dijelaskan Raden Roro Maha Kalyana Mitta Anggoro, dosen S-1 Musik, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), saat menanggapi dinamika tren musik modern dalam momentum peringatan Hari Musik Nasional pada Senin, 9 Maret 2026.
Menurut Mitta, akses terhadap musik kini menjadi lebih cepat, personal, dan sangat bergantung pada algoritma. Proses penemuan musik tidak lagi didominasi media konvensional, melainkan beralih pada rekomendasi digital dan viralitas konten.
Tren musik yang digemari Gen Z saat ini cenderung lebih singkat dengan durasi yang efisien, menonjolkan bagian hook yang kuat, serta dirancang agar memiliki potensi viral di media sosial.
“Kondisi ini secara tidak langsung memengaruhi cara musisi merancang karyanya. Musisi kini dituntut cerdik memperhatikan strategi distribusi digital tanpa mengesampingkan kualitas artistik agar karya tersebut tetap memiliki kedalaman musikalitas dan nilai artistik yang kuat,” jelasnya.
Menyikapi perubahan ini, Mitta yang juga aktif dalam pengembangan kurikulum musik menekankan pentingnya respons dunia pendidikan tinggi.
Menurutnya, perguruan tinggi perlu melakukan transformasi kurikulum yang tidak hanya menekankan aspek musikalitas murni, tetapi juga mengintegrasikan literasi digital, produksi musik berbasis teknologi, serta pemahaman mendalam terhadap ekosistem industri kreatif.
Ia menilai mahasiswa musik saat ini memiliki peluang lebih besar untuk menembus industri musik global. Jalur masuk tidak lagi bersifat eksklusif melalui label rekaman besar, karena platform digital memungkinkan musisi muda untuk memproduksi, mendistribusikan, dan mempromosikan karya secara mandiri atau independent.
“Tren ini membuka peluang besar bagi musisi baru untuk dikenal luas. Namun, tantangannya adalah bagaimana agar karya tersebut tidak hanya mengejar popularitas sesaat,” tambahnya.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya penguasaan keterampilan baru bagi mahasiswa musik, mulai dari produksi musik digital, pemahaman platform distribusi, hingga strategi personal branding yang kuat di ruang siber. Melalui momentum Hari Musik Nasional ini, ia mengajak generasi muda agar tidak hanya menjadi penikmat, tetapi juga berani berinovasi memanfaatkan teknologi secara kreatif.
“Musik bukan hanya hiburan, tetapi bagian dari identitas budaya dan industri kreatif bangsa. Kami berharap generasi muda terus berkarya untuk memperkaya ekosistem musik Indonesia,” pungkasnya. ][
***
Reporter: Puput (FBS)
Editor: @zam*
Ilustrasi: Freepik.com
Share It On: