
Wakil Rektor IV Unesa Dwi Cahyo Kartiko (kanan) dan Pendiri Harian Disway, Dahlan Iskan (kiri) memastikan kerja sama ini selain untuk penguatan kapasitas civitas, juga untuk membawa dampak bagi masyarakat.
Unesa.ac.id. SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) teken kerja sama dengan Harian Disway melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Gedung Rektorat Kampus Unesa 2 Lidah Wetan pada Selasa, 10 Maret 2026.
Kerja sama ini diproyeksikan mampu membuka ruang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat langsung dalam media arus utama melalui penulisan gagasan, opini, hingga analisis akademik.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Unesa, Dwi Cahyo Kartiko menyampaikan bahwa hubungan antara Unesa dan Harian Disway sejatinya telah terjalin cukup lama melalui berbagai interaksi dan kolaborasi informal.
Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah formal untuk memperkuat kemitraan tersebut. Menurutnya, Harian Disway merupakan media mampu membangun pemikiran dan optimisme masyarakat.
Karena itu, kehadiran kerja sama ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi sivitas akademika Unesa untuk berani menyampaikan gagasan dan pemikirannya ke ruang publik.
“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti pada dokumen MoU, tetapi mampu melahirkan berbagai gagasan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Harian Disway dikenal sebagai media yang mampu menggerakkan pemikiran dan semangat perubahan.

www.unesa.ac.id
Hal itu tentu dapat menjadi inspirasi bagi dosen dan mahasiswa di Unesa untuk ikut berkontribusi melalui tulisan,” ujar guru besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa itu.
Ia menambahkan, kolaborasi ini juga menjadi peluang bagi Unesa untuk mengembangkan berbagai bentuk publikasi yang lebih kreatif dan menarik, sehingga dapat memperluas jangkauan informasi mengenai aktivitas akademik maupun gagasan ilmiah dari kampus.
Sementara itu, Founder Harian Disway, Dahlan Iskan, berharap kolaborasi ini dapat menjadi ruang bagi kalangan akademisi kampus untuk menyalurkan gagasan dan pemikirannya kepada masyarakat luas. Menurutnya, dosen dan mahasiswa memiliki banyak perspektif ilmiah yang penting untuk dibagikan, terutama dalam menjelaskan berbagai persoalan sosial, pendidikan, hingga perkembangan ilmu pengetahuan.
Ia menilai kehadiran tulisan dari lingkungan perguruan tinggi di media arus utama dapat memperkaya wacana publik sekaligus membantu masyarakat mendapatkan informasi yang lebih berimbang dan berbasis pengetahuan.
“Melalui kerja sama ini, Harian Disway membuka peluang bagi sivitas akademika Unesa untuk berkontribusi melalui rubrik opini, esai, maupun tulisan analitis yang dapat menjembatani dunia akademik dengan pembaca yang lebih luas,” jelasnya.

www.unesa.ac.id
Direktur Utama Harian Disway, Tomy Gutomo, menambahkan bahwa tulisan-tulisan akademik maupun opini dari kalangan kampus dinilai penting untuk memperkaya perspektif publik terhadap berbagai isu.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat sering kesulitan membedakan informasi yang benar dan yang tidak. Karena itu, kontribusi dari kalangan akademisi sangat dibutuhkan untuk menghadirkan perspektif berbasis pengetahuan dan fakta.
“Kami sangat terbuka bagi dosen maupun mahasiswa Unesa untuk menulis di platform Disway. Banyak pakar di kampus, terutama di bidang pendidikan, yang pemikirannya sangat dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Dengan adanya kerja sama ini, ia berharap tercipta jembatan yang lebih kuat antara dunia akademik dan media massa. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan lebih banyak gagasan segar dari lingkungan kampus yang dapat berkontribusi bagi perkembangan masyarakat dan masa depan Indonesia. [ ]
Reporter: Puput (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: