Menginjak usia ke-50 tahun, Unesa terus bergeliat merealisasikan program "Unesa Go International". Program itu sebenarnya sudah berlangsung sejak rektor sebelumnya, Prof. Dr. Muchlas Samani. Kemudian dilanjutkan oleh rektor baru, Prof. Dr. Warsono, M.S. Pembatu Rektor III (PR III) Ketut Prasetyo mengaku mendukung program tersebut. Menurutnya, tahapan yang sudah dilaksanakan di antaranya adalah mengirim mahasiswa Unesa ke luar negeri, seperti pengiriman beberapa mahasiswa FMIPA ke Malaysia untuk praktik mengajar beberapa hari yang lalu. Harapan ke depan, semua fakultas bisa mengirimkan mahasiswanya ke luar negeri baik untuk hal serupa maupun pelatihan. "Sekarang masih FMIPA yang sudah, tahun depan harapannya semua fakultas bisa," ujarnya saat ditemui di ruangannya, Senin (24/11/2014).Selain melakukan pelatihan dan praktik, pertukaran mahasiswa, serta kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri yang sudah dilakukan jauh-jauh hari, Unesa juga mengupayakan jurnal-jurnal yang terbit dan kompetensi-kompetensi keahlian yang dimiliki dapat berskala internasional. Hal itu demi memudahkan mahasiswa Unesa dalam meraih sertifikat kompetensi keahlian di bidangnya dengan pengakuan skala internasional. "Kita sedang merancang, karena semua tidak ujug-ujug
jadi," ungkap pria yang masih merangkap Dekan FIS itu.
Pembantu rektor kelahiran 12 Mei 1960 itu menambahkan, dengan adanya Unesa Go International, Unesa turut andil dalam menghadapi MEA 2015. Lulusan Unesa tak hanya cukup dengan memegang ijazah untuk masuk dalam dunia kerja. Tapi, juga butuh sertifikat kompetensi berskala internasional yang sesuai dengan bidang keilmuan yang digelutinya. "Tak cukup hanya ijazah, lulusan Unesa juga harus punya kompetensi keahlian yang diakui internasioanal untuk MEA," imbuhnya. (Fitro)
Share It On: