Untuk menguatkan cara mengajar di kalangan TNI-AL, terutama di Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Kobangdikal), Unesa diminta untuk membantu microteaching dan AA. Kobangdikal terus berkomitmen dalam upaya meningkatkan kualitas tenaga pendidik (Gadik), setelah minggu lalu (29/6) menutup kursus Micro Teaching untuk kategori bintara, kini giliran perwira melaksanakan kursus Applied Approach (AA) dengan menggandeng Universitas Negeri Surabaya (Unesa).Kursus yang diperuntukan bagi perwira tersebut diikuti 40 peserta berpangkat Perwira Pertama (Pama) hingga Perwira Menengah (Pamen) yang dibuka Kepala Kelompok Tenaga Pendidik (Kapok Gadik) Kobangdikal Kolonel Laut (K) Eko Yuniarto, S.T, M.A.P mewakili Komadnan Kobangdikal di Aula Gadik Ewa Pangalila Kesatrian Bumomoro, Kobangdikal, Surabaya, Rabu, (4/7).
Menurut Komandan Kobangdikal Laksma TNI Djoko Teguh Wahojo dalam amanatnya yang dibacakan Kapokgadik mengatakan, program ini merupakan kerjasama antara TNI AL dalam hal ini Kobangdikal dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Unesa yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan, pemahaman dan keterampilan Gadik TNI AL dalam bidang pengembangan sistem pembelajaran yang pada gilirannya para Gadik dapat melakukan proses pembelajaran secara efektif dan efisien.
"Peningkatan kemampuan tenaga pendidik tersebut didasari akan pesatnya perkembangan ilmu dan pengetahuan di luar yang menuntut tenaga pendidik untuk menegembangkan kemampuan yang dimilikinya," terang laksamana bintang satu asal Jombang ini.
Menurutnya, paradigma lama dalam mengajar, guru atau instruktur sebagai sentral, memiliki kelemahan terutama pada soft skiils dan life skiils. Hal ini cenderung monoton, bersifat monodisiplin, berjalan satu arah dan teknologi tersisah dari pembelajaran.
Degan penerapan paradigma baru ini, juga diharapkan para peserta didik dapat mengkonstruksikan sendiri pengetahuannya yang dipandu oleh guru/instruktur sebagai fasilitator, sehingga terjadi pergeseran fungsi guru/instruktur dari teacher menjadi fasilitator, sehingga tidak terjadi ketergantungan terhadap guru, namun sisiwa bisa mandiri dalam belajar. (kobangdikal/syt)Share It On: