
www.unesa.ac.id
Dosen asal Surabaya ini mengaku memiliki minat yang tinggi terhadap karya seni batik tulis khas Indonesia. Berawal dari pelatihan yang sering diadakan, Irma mulai mengembangkan sendiri desain batik tulis dengan corak khas daerah Sidoarjo. Hasilnya, Irma mampu membuat 10 desain batik dengan motif khas daerah Sidoarjo dan Surabaya yang sekaligus didaftarkan sebagai HaKI.
Dari proses pewarnaan, desain, dan teknik pelukisan tentu saja Irma tidak memperoleh 10 HaKI secara instan. Ia menusung tema utama Desain Batik Kerang dan Kupang khas Sidoarjo. Inspirasi itu didapat dari kuliner khas Sidoarjo (kupang) hingga bangunan bersejarah seperti tugu pahlawan.
Menurut Irma, belum ada yang menggunakan kupang sebagai motif batik. Sedangkan kupang sendiri merupakan salah satu kekayaan khas yang ada di Sidoarjo. Dari 10 HaKI yang dimiliki Irma, seluruhnya saling berkesinambungan, 9 di antaranya merupakan pengembangan dari Patennya yang pertama.
Paten
Selain HaKI, Irma saat ini juga sudah mengantongi 1 hak paten proses granted. Dosen yang masih studi S3 Pendidikan Vokasi tersebut membuat paten pertamanya dengan judul “Metode Pewarnaan Berbahan Dasar Adonan Pewarna Tanah sebagai Material untuk Pewarna Tunggal Ganda, dan Tripel pada Kain dengan Teknik Batik” bersama rekan sejawatnya Yulistiana.
Paten tersebut dilatarbelakangi penelitian bersama Yulistiana tentang pewarnaan batik yang kebanyakan menggunakan bahan sintetis. Dari situ, beliau memutuskan mencoba menggunakan tanah sebagai pewarna alami. Dari hasil penelitian tersebut, ditemukan bahwa tanah bisa dijadikan sebagai alternatif pewarna alami. Namun, tidak semua tanah dapat digunakan. Hanya tanah yang tidak banyak mengandung silica saja yang dapat digunakan sebagai perwarna alami.
Menurut Irma, tidak ada perlakuan khusus untuk pembuatan pewarna dari tanah. Tanah hanya dihaluskan dengan menggunakan saringan dan diberi air dengan kadar tertentu. Kendati demikian, pewarna tanah telah teruji tidak luntur karena telah melalui proses pewarnaan dengan teknik mordan atau fiksasi.
“Karakteristik lain dari pewarnaan menggunakan tanah adalah setiap kali proses pembuatan, warna yang dihasilkan tidak selalu sama. Karena pada teknik pembuatan adonan tanah akan menghasilkan tanah kandungan yang berbeda,” terang Irma.
Saat ini, Irma sedang dalam pembuatan usulan patennya yang kedua yakni proses pembuatan desain batik menggunakan gambar cangkang binatang kerang dan kupang. Ditambah lagi beliau juga sedang mengurus 3 HaKI untuk desain krudung dengan motif khas sidoarjo.
Jika ditotal nantinya Irma akan memiliki 2 paten dan 13 HaKI. Karya-karya paten dan HaKI Irma telah dipublikasikan di seminar nasional dan internasional serta telah dipamerkan di Mall. Karya tersebut juga dilatihkan pada masyarakat UKM yang ada di Sidoarjo. (aning/emir/sir)
Share It On: