
Penguatan THE Impact Ranking Unesa menghadirkan Dian Ekowati, guru besar Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis sekaligus Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Universitas Airlangga (Unair).
Unesa.ac.id. SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menunjukkan komitmen dalam memperkuat rekognisi internasional melalui sejumlah langkah strategis, salah satunya melalui Forum Penguatan THE Impact Ranking Unesa yang digelar di Auditorium Fakultas Psikologi (FPsi) Unesa, Kampus II Lidah Wetan, pada Kamis, 9 Oktober 2025.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapan Unesa dalam mewujudkan target, yakni menembus peringkat 400 besar dunia dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Impact Ranking pada tahun 2026. Target ini menuntut kerja keras mengingat Unesa saat ini masih berada pada peringkat 601+.
Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi, dan Science Center, Bambang Sigit Widodo, menjelaskan bahwa untuk mencapai target tersebut, Unesa perlu meningkatkan kualitas dan kuantitas riset serta publikasi ilmiah di jurnal-jurnal bereputasi internasional.
"Untuk itu, Unesa menerapkan kebijakan One Lecturer One Scopus. Ada sektiar 47,65% dosen yang sudah mengikuti kebijakan tersebut. Artinya, capaian tersebut belum mencapai separuh dari jumlah keseluruhan,” ucapnya.

Wakil Rektor III Unesa, Bambang Sigit Widodo menuturkan bahwa butuh komitmen bersama untuk meningkatkan mutu riset dan publikasi yang berdampak menuju peringkat 400 dunia.
Ia menekankan pentingnya transformasi budaya riset dan publikasi di kalangan civitas yang harus jadi prioritas. Perubahan ini, menurutnya, harus dilakukan secara bertahap dan memerlukan dukungan dari seluruh civitas academica Unesa.
Acara ini menghadirkan narasumber Dian Ekowati, guru besar Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis sekaligus Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Universitas Airlangga (Unair).
Dian Ekowati menjelaskan bahwa Times Higher Education Impact Rankings muncul sebagai respons global terhadap lambatnya pencapaian SDGs. Pemeringkatan ini memastikan bahwa universitas benar-benar menunjukkan dampak nyata terhadap isu-isu pembangunan dunia.
Ia menggarisbawahi bahwa Unesa telah memiliki fondasi yang sangat kuat di tiga bidang SDGs yang selaras dengan karakter universitas yaitu Quality Education (SDG 4), Gender Equality (SDG 5); dan Decent Work and Economic Growth (SDG 8).
"Unesa telah memiliki fondasi yang kuat di tiga bidang ini. Kekuatan tersebut perlu digali dan dimanfaatkan secara mendalam melalui aksi nyata yang melibatkan seluruh civitas akademika," ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri seluruh jajaran pimpinan, direktur, dekan, kepala lembaga, dan pakar di lingkungan Unesa.
Namun demikian, Dian Ekowati mengingatkan bahwa volume publikasi ilmiah dan tingkat sitasi publikasi Unesa masih perlu ditingkatkan secara drastis untuk mengejar target 400 besar. Lebih lanjut, ia membahas pentingnya tata kelola yang baik dan transformasi budaya untuk mendukung pencapaian World Class University (WCU).
Ia mencontohkan, di Unair, kegiatan WCU dikendalikan oleh Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) di bawah rektor, dengan filosofi bahwa WCU adalah tentang talenta, tata kelola, dan sumber daya yang baik.
Menutup sesinya, ia menekankan bahwa Unesa tidak perlu meniru sepenuhnya strategi universitas lain. Sebaliknya, kampus harus menyesuaikan dengan keunikan dan potensi yang dimiliki, terutama tiga SDGs yang menjadi kekuatan utamanya.
Dengan memaksimalkan kekuatan inti ini melalui aksi nyata dan publikasi yang berdampak, Unesa diyakini akan tumbuh dan berkembang, sekaligus meningkatkan rekognisi internasional di masa depan. ][
***
Reporter: Ahmad Daffa (FT)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: