
Unesa.ac.id. SURABAYA—Prestasi membanggakan kembali diraih dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di level dunia. Guru besar bidang pendidikan fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Nadi Suprapto berhasil masuk Top 2% World Scientist 2025 versi Stanford University dan Elsevier.
Pencapaian ini menempatkan guru besar asal Sidoarjo itu sebagai satu-satunya wakil Unesa yang tercatat di daftar peneliti bergengsi tersebut. Dari Indonesia, hanya sekitar 209 peneliti yang berhasil masuk, menjadikan capaian ini bukan sekadar prestasi individu, tetapi juga kebanggaan lembaga.
“Alhamdulillah, saya bisa menjadi bagian dari daftar ini. Semoga ke depan dapat semakin memperkuat rekognisi dan daya saing Unesa di level internasional,” ungkap dosen asal Sidoarjo yang dikenal konsisten menorehkan prestasi riset, baik nasional maupun internasional.
Masuk dalam daftar ilmuwan paling berpengaruh dunia tentu bukan perkara mudah. Pemeringkatan Stanford–Elsevier hanya menghitung artikel atau publikasi di jurnal bereputasi, dengan indikator utama meliputi jumlah publikasi, kualitas sitasi, serta konsistensi kontribusi ilmiah di tingkat global.
Hingga 1 Agustus 2025, berdasarkan data Scopus, Nadi Suprapto telah menghasilkan 158 publikasi internasional dengan total 1.013 sitasi dan h-index 15. Sementara pada Google Scholar, ia mencatatkan lebih dari 5.634 sitasi, dengan h-index 31 dan hm-index 107. Sebagian besar risetnya berfokus pada bidang utama; fisika dan astronomi dengan subbidang fisika nuklir dan partikel.
Bagi dosen yang memimpin Direktorat Inovasi, Pemeringkatan, dan Publikasi Ilmiah Unesa itu, capaian ini menjadi bukti bahwa peneliti Unesa mampu bersaing di panggung dunia. Lebih dari itu, ia ingin prestasi ini menjadi energi positif bagi sivitas akademika, terutama dosen muda dan mahasiswa.
“Prestasi ini harus dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Saya sudah banyak mengikuti kompetisi, baik nasional maupun internasional, termasuk di Jepang, Taiwan, dan Singapura. Saatnya kader-kader baru bermunculan agar tradisi riset Unesa semakin kuat dan berdampak,” tandasnya.
Capaian tersebut tidak hanya mengukuhkan kualitas dosen dan riset Unesa secara personal, tetapi juga mempertegas komitmen Unesa secara kelembagaan dalam membangun budaya akademik dan riset yang unggul, berdaya saing, dan diakui dunia. []
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: