Dosen pendidikan matematika Unesa diberi kesempatan untuk penelitian di Belanda. Kesempatan itu diperoleh setelah Unesa sukses dalam PMRI (Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia). PMRI merupakan program kemitraan antara Nuffic Neso Indonesia dan Dikti yang direncanakan berlangsung selama lima tahun (2009-2014). Saat ini program telah memasuki tahun ke-empat. Program ini bertujuan untuk mendukung program implementasi dan diseminasi PMRI di Indonesia melalui pemberian beasiswa kepada para dosen pendidikan matematika di lembaga pendidikan keguruan untuk mempelajari PMR atau Realistic Mathematic Education (RME) di Belanda. PMRI dimulai di Indonesia sejak 2001 di 12 Sekolah Dasar dan saat ini sudah menjangkau ratusan sekolah dasar dan melibatkan lebih dari 23 Lembaga Pendidikan Tinggi Keguruan (LPTK).Pemerintah Belanda melalui Nuffic Neso Indonesia bekerja sama dengan Ditjen Pendidikan Tinggi membiayai 20 dosen muda pendidikan Matematika untuk studi International Master Programme on Mathematic Education di Freudenthal Institute, University of Utrecht Belanda selama setahun. Program itu diharapkan dapat meningkatkan mutu program studi pendidikan matematika di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang karena bekerja sama dengan Freudenthal Institute Universitas Utrecht, salah satu universitas terbaik di Belanda, demikian dikatakan Direktur Nuffic Neso Indonesia Mervin Bakker usai acara pelepasan di Jakarta, Rabu.
Sementara itu, Ridwan Anzib mewakili Direktorat Ketenagaan Ditjen Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan program kerja sama antara Unsri, UNESA dan Universitas Utrecht adalah langkah nyata dari komitmen Dikti bagi capacity building para staf akademis dan universitas- universitas di Indonesia menuju World Class University. (yy/syt)
Share It On: