Unesa menambah guru besar lagi. Rapat terbuka senat Universitas Negeri Surabaya dengan acara Pengukuhan Guru Besar dipimpin langsung oleh rektor Unesa, Prof. Dr. Muchlas Samani, pada Rabu, 28 Agustus 2013 di Gedung Serba Guna Kampus Ketintang. Guru besar baru, yang dikukuhkan itu adalah Prof. Dr. Mustaji, M.Pd. (guru besar FIP); Prof. Dr. Madlazim, M.Si. (guru besar FMIPA); dan Prof. Dr. I Wayan Susila (guru besar FT).Ketiganya melakukan pidato pengukuhan yang dihadiri para guru besar Unesa dan undangan. Ketua Jurusan Fisika, Prof. Dr. Madlazim, M.Si berpidato dengan judul "Upaya Peningkatan Kinerja Peringatan Dini Tsunami Menggunakan Model Faulting Tsunami", Prof. Dr. Mustaji berpidato tentang " Jika Aku Menjadi Pendesain Pembelajaran Konstruktivistik; Menyemai Kemampuan Pemecahan Masalah dan Keterampilan Berkolaborasi", dan Prof. Dr. Wayan Susila mengambil judul "Potensi Energi Alternatif di Indonesia."
Prof. Dr. Madlazim, dosen yang lahir di Lamongan pada 5 November 1965 itu berhasil menemukan metode dan program komputer "Joko Tingkir" versi 1.11 untuk mendeteksi terjadinya tsunami. "Semoga mahasiswa juga semakin termotivasi dengan pengukuhan ini," ujar Madlazim. (yy/syt)
Share It On: