
BIKIN BANGGA: Dosen dan mahasiswa Prodi Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unesa yang tergabung dalam String Quartet, UKM Unesa String Chamber kembali menunjukkan taring di level internasional melalui perolehan medali ajang Euroasia Strings Competition 2025.
Unesa.ac.id, SURABAYA—Prestasi membanggakan kembali ditorehkan String Quartet, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di kancah internasional. Mereka membawa pulang Silver Prize (Medali Perak) ajang Euroasia Strings Competition 2025 yang diselenggarakan di Malaysia.
Kompetisi yang diselenggarakan pada 15—16 November 2025ini diikuti peserta dari 10 negara dan menjadi panggung unjuk kualitas musikal ansambel gesek dari berbagai latar belakang budaya.
Dosen S-1 Program Studi Seni Musik Unesa sekaligus pembina, Vivi Ervina Dewi, menjelaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari persiapan yang dilakukan secara intensif dan terstruktur.
Menurutnya, tim menjalani latihan rutin dengan fokus pada keseimbangan ansambel, ketepatan intonasi, artikulasi, serta pendalaman interpretasi musikal. Selain aspek teknis, simulasi penampilan panggung dan diskusi musikal bersama dosen pembimbing juga menjadi bagian penting dari proses persiapan.
“Persiapan non-teknis seperti pengelolaan mental, kekompakan tim, hingga kesiapan administrasi dan logistik juga kami perhatikan secara serius karena kompetisi ini berskala internasional,” ujarnya.
Euroasia Strings Competition 2025 diikuti peserta dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan. Keberagaman latar belakang musikal tersebut menjadikan kompetisi berlangsung ketat dan kompetitif.

www.unesa.ac.id
Ia menyebut, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah menjaga konsistensi permainan di tengah tekanan kompetisi serta menghadapi karakter musikal yang berbeda dari tiap peserta.
“Peserta dari Malaysia menjadi salah satu lawan paling tangguh karena selain kualitas musikal yang baik, mereka juga tampil dengan kepercayaan diri tinggi sebagai tuan rumah. Namun kondisi itu justru memacu tim Unesa untuk tetap fokus dan tampil maksimal,” katanya.
Dalam kompetisi tersebut, Unesa String Quartet membawakan dua repertoar dengan karakter kontras. Repertoar pertama adalah String Quartet karya Joseph Haydn Op. 76 “Emperor” Movement II yang menuntut kedalaman musikal, keseimbangan suara, dan kontrol intonasi yang matang.
Repertoar kedua, “Kentucky Rag” karya David Hellewell, dipilih untuk menunjukkan karakter permainan yang ritmis, enerjik, dan komunikatif. Perpaduan kedua karya ini dinilai mampu merepresentasikan fleksibilitas musikal ansambel Unesa.
Unesa String Quartet merupakan bagian dari UKM Unesa String Chamber yang beranggotakan mahasiswa Program Studi Musik, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unesa, yakni Lintang Tanjoeng Samudhera, Yossa Bayu Satriya, Aura Ilmi Ramadhani, dan Aulia Ilmi Ramadhani. Tim ini dibina oleh Vivi Ervina Dewi, Marda Putra Mahendra, Harpang Yudha Karyawanto, dan Moh. Sarjoko.
Perolehan Silver Prize diraih berdasarkan penilaian juri dengan skor minimal 85 poin atau lebih, yang menegaskan kualitas teknis, kematangan musikal, serta kolaborasi yang solid antaranggota tim.
“Capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain dan memperkuat citra Program Studi Musik FBS Unesa sebagai institusi yang mampu bersaing dan diakui di level global,” pungkasnya. [ ]
Penulis: Puput Saputra (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim String Quartet
Share It On: