
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id, SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendukung penyiaran yang sehat, edukatif, serta berdampak bagi masyarakat. Pembahasan dan penandatanganan dokumen kerja sama dilakukan pada pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 10 Februari 2025 di Gedung Rektorat Kampus 2 Lidah Wetan.
Wakil Rektor Bidang IV Unesa, Dwi Cahyo Kartiko, menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan lembaga penyiaran untuk menghadirkan informasi yang kredibel sekaligus berdampak sosial luas.
Ia menyampaikan bahwa berbagai konten dan program yang diproduksi harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta menghindari penyebaran informasi hoaks. “Kampus memiliki peran penting sebagai pusat produksi informasi yang positif, sekaligus menjadi bagian dari implementasi konsep kampus berdampak melalui kerja sama lintas sektor,” ujarnya.
Guru besar FIKK itu juga menekankan pentingnya komunikasi langsung dan koordinasi antarinstansi agar program yang dihasilkan dapat segera disebarluaskan kepada publik. Selain itu, Unesa membuka ruang kolaborasi dalam berbagai bidang, termasuk riset, produksi media, pelatihan, hingga penguatan literasi digital dan penyiaran.
Ketua KPID Jawa Timur, Royin Fauziana menyambut baik kerja sama tersebut dan menilai sinergi dengan dunia akademik sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas penyiaran di daerah. Ia menjelaskan bahwa KPID berupaya memperluas jangkauan program edukasi melalui berbagai platform, termasuk radio yang masih relevan di wilayah yang belum terjangkau internet.

www.unesa.ac.id
Penyiaran, menurutnya, memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi penting, termasuk isu kesehatan mental, edukasi keluarga, serta peningkatan kesadaran publik.
Royin menambahkan bahwa berbagai program penyiaran dapat menjadi media edukasi masyarakat, termasuk layanan konsultasi dan penyampaian informasi yang membangun kesadaran sosial.
Ia mencontohkan sejumlah program yang berdampak nyata terhadap masyarakat, mulai dari edukasi kesehatan hingga penyebaran informasi publik yang membantu mencegah konflik sosial dan meningkatkan literasi.
Dalam forum diskusi, kedua pihak juga membahas peluang kerja sama riset di bidang penyiaran, teknologi pendidikan, komunikasi, desain komunikasi visual, film, animasi, hingga pengembangan kecerdasan buatan untuk pemantauan siaran.
“Kami juga sangat terbuka untuk Unesa, agar menawarkan dukungan akademik melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam penelitian, pelatihan masyarakat, serta penguatan konten kreatif yang berkualitas,” ucapnya.
Selain itu, kolaborasi juga diarahkan pada keterlibatan akademisi dalam penilaian program penyiaran, pengembangan indeks kualitas siaran, hingga penguatan regulasi berbasis kajian ilmiah. Kedua pihak sepakat bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan ekosistem penyiaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital sekaligus tetap menjaga kualitas konten. []
***
Reporter: Puput
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: