
Unesa menjadi salah satu perguruan tinggi yang banyak mengirim mahasiswa untuk menjalani magang di perusahaan, industri atau institusi luar negeri, yang didukung Kemendiktisaintek melalui Ditbelmawa.
Unesa.ac.id., SURABAYA–Direktorat Pendidikan dan Transformasi Pembelajaran (DPTP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bersama tim Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) program bantuan pembekalan mahasiswa vokasi yang akan menjalani magang di luar negeri, di Rektorat Unesa, Kampus 2 Lidah Wetan, Surabaya, pada, 27 Oktober 2025.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hibah yang diberikan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) kepada Unesa sebagai salah satu dari sepuluh perguruan tinggi penerima program pembekalan internasionalisasi vokasi.
Direktur Pendidikan dan Transformasi Pembelajaran Unesa, Rooselina Ekawati menyampaikan monev ini menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kualitas pelaksanaan program sekaligus memastikan keberhasilan mahasiswa vokasi Unesa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja global.
Selama pelaksanaan program, mahasiswa mengikuti empat bentuk pembekalan utama yang mencakup pelatihan bahasa asing, sertifikasi bahasa, sertifikasi kompetensi profesional, serta pembekalan budaya negara tujuan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan penguatan dari sisi keterampilan teknis, tetapi juga dari aspek komunikasi, budaya kerja, dan kesiapan adaptasi terhadap lingkungan internasional.
Ia menegaskan bahwa kegiatan monev menjadi langkah strategis untuk memastikan pelaksanaan program hibah berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa pembekalan ini benar-benar berdampak bagi mahasiswa. Tidak hanya sebatas memenuhi syarat administratif hibah, tetapi juga menciptakan output nyata berupa peningkatan kompetensi dan kesiapan kerja mahasiswa di tingkat internasional,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa hasil monev ini akan menjadi dasar perbaikan dan pengembangan program sejenis ke depan, termasuk kemungkinan perluasan kerja sama dengan industri dan lembaga mitra di luar negeri.

www.unesa.ac.id
Menurutnya, dengan dukungan dari Belmawa, program internasionalisasi vokasi di Unesa akan semakin kuat dan terarah, terutama dalam mencetak lulusan yang mampu bersaing di pasar kerja global.
Sementara itu, Wakil Rektor I Unesa, Martadi, menyampaikan bahwa mahasiswa vokasi harus memiliki kesiapan mental, budaya kerja, dan kemampuan komunikasi lintas budaya agar mampu bersaing di lingkungan kerja internasional.
“Mahasiswa vokasi Unesa diharapkan tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, dan kemampuan adaptasi tinggi di lingkungan industri global,” ujarnya.
Ia melanjutkan, dengan terselenggaranya monev ini, Unesa tidak hanya menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perubahan global, tetapi juga memperlihatkan keseriusannya dalam membangun sistem vokasi yang berkualitas, berorientasi industri, dan berdaya saing di level dunia.
Sebagai informasi, sebanyak 12 mahasiswa vokasi Unesa berhasil memperoleh sertifikasi bahasa dan kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing. Sertifikasi tersebut menjadi bukti kemampuan mahasiswa dalam menghadapi tantangan di dunia industri global, sekaligus mendukung visi Unesa sebagai kampus yang unggul dan berdaya saing global.
Mereka yang telah mengikuti pembekalan kini tengah melaksanakan magang di berbagai negara mitra. Sebanyak empat mahasiswa ditempatkan di Butik Benang, Malaysia; dua mahasiswa di Cola Thailand; dan enam mahasiswa di Resto Jepang. Mereka berkesempatan menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama kuliah, sekaligus memperluas pengalaman kerja lintas budaya dan sistem industri di luar negeri. ][
***
Reporter: Fatimah Najmus Shofa (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: