Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sebagai koordinator Ujian Nasional (UN) di Jawa Timur menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mempercayai issue negatif yang marak diperbincangkan terkait UN 2011. Hari pertama UN, Rektor Unesa, Prof.Dr. Muchlas Samani,M.Pd. bersama Wakil Gubernur Jatim, Drs.H.Syaifullah Yusuf mengadakan kunjungan ke beberapa sekolah untuk melihat jalannya UN 2011. Sejauh ini, semuanya baik-baik saja. Jadi jangan didengarkan ulah para orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka seperti mengail ikan di air keruh. begitu ungkap Prof. Muchlas saat wawancara dalam Dialog Aktual TVRI (18/4). Menurutnya para orang tidak bertanggung jawab tersebut memanfaatkan keadaan saat orang sedang galau mempersiapkan diri untuk UN.
Rektor Unesa ini menyebutkan bahwa kerjasama dalam bidang pengawasan dan distribusi soal UN, serta pemindaian lembar jawaban dilakukan dengan kompak. Baik dari pihak panitia (Unesa dan PTN Lain), Diknas, dan juga Polda. Dapat dipastikan soal tidak bocor dari titik percetakan hingga distribusi menuju setiap sekolah. "Unesa menjadi pengawas soal agar tidak sampai bocor. Tim telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan kabupaten/kota serta polisi yang mengiring," terangnya. Untuk mengantisipasi kekurangan atau kerusakan soal pun telah diantisipasi dengan soal cadangan yang telah disediakan.
Sekedar diketahui, jumlah siswa yang mengikuti UN tahun ini diperkirakan mencapai 1.576.715 siswa. Rinciannya, siswa SD/MI/SDLB berjumlah 630.514 siswa, siswa SMP/MTs/SMPLB berjumlah 574.173 siswa, siswa SMA/MA/SMALB berjumlah 214.930 siswa, dan siswa SMK berjumlah 157.909 siswa. Telah dijadwalkan UN untuk siswa SMA akan dimulai 18 hingga 21 April mendatang. Sedangkan SMK pada 18 hingga 20 April. Untuk SMP, dilakukan pada 25 hingga 28 April, dan UN SD dihelat pada 10-12 Mei mendatang. Ujian susulan dilakukan satu pekan setelah ujian pertama. Tahun ini ada yang berbeda dengan tahun lalu, penentuan kelulusan tahun ini tidak mutlak dari hasil UN. Sekolah berperan 40% atas penilaian kelulusan siswa dan 60% ditentukan oleh UN. Soal yang dibuat dengan lima paket berbeda pun memiliki makna tersendiri. Siswa diharapkan bisa mandiri dan percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki serta memperkecil peluang kecurangan. [Putri Diyanti_Humas]
Rektor Unesa ini menyebutkan bahwa kerjasama dalam bidang pengawasan dan distribusi soal UN, serta pemindaian lembar jawaban dilakukan dengan kompak. Baik dari pihak panitia (Unesa dan PTN Lain), Diknas, dan juga Polda. Dapat dipastikan soal tidak bocor dari titik percetakan hingga distribusi menuju setiap sekolah. "Unesa menjadi pengawas soal agar tidak sampai bocor. Tim telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan kabupaten/kota serta polisi yang mengiring," terangnya. Untuk mengantisipasi kekurangan atau kerusakan soal pun telah diantisipasi dengan soal cadangan yang telah disediakan.
Sekedar diketahui, jumlah siswa yang mengikuti UN tahun ini diperkirakan mencapai 1.576.715 siswa. Rinciannya, siswa SD/MI/SDLB berjumlah 630.514 siswa, siswa SMP/MTs/SMPLB berjumlah 574.173 siswa, siswa SMA/MA/SMALB berjumlah 214.930 siswa, dan siswa SMK berjumlah 157.909 siswa. Telah dijadwalkan UN untuk siswa SMA akan dimulai 18 hingga 21 April mendatang. Sedangkan SMK pada 18 hingga 20 April. Untuk SMP, dilakukan pada 25 hingga 28 April, dan UN SD dihelat pada 10-12 Mei mendatang. Ujian susulan dilakukan satu pekan setelah ujian pertama. Tahun ini ada yang berbeda dengan tahun lalu, penentuan kelulusan tahun ini tidak mutlak dari hasil UN. Sekolah berperan 40% atas penilaian kelulusan siswa dan 60% ditentukan oleh UN. Soal yang dibuat dengan lima paket berbeda pun memiliki makna tersendiri. Siswa diharapkan bisa mandiri dan percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki serta memperkecil peluang kecurangan. [Putri Diyanti_Humas]
Share It On: