Suasana Hari Raya Idul Fitri masih terasa. Civitas akademika Unesa pada hari kedua efektif kerja berkumpul di gedung Gema Unesa, Kampus Ketintang pada Selasa (5/8/2014). Tradisi sungkem, saling berjabatan tangan dan berucap mohon maaf lahir dan batin pun terlihat memanjang mengular di dalam gedung serbaguna tersebut. Tradisi yang muda sungkem kepada yang tua memang dibudayakan di kampus ini. Itu terlihat dari jajaran para pejabat dan pensiunan yang berada di jajaran depan barisan yang mengular tersebut. Selebihnya bercampur baur, ada dosen, karyawan, mahasiswa, bahkan juga alumni.Yang membuat menarik acara ini ialah usai bersalam-salaman dan menikmati hidangan makan dan minum yang disediakan secara prasmanan, civitas akademika diuji kesabarannya dalam pesta doorprize. Setiap peserta yang hadir sejak awal saat mengisi buku tamu mendapatkan kupon. Kupon sobekannya dipotong lalu dikumpulkan sebelum prosesi bersalam-salaman dimulai sehingga usai bermaaf-maafan dan makan, para civitas akademika menikmati hiburan musik yang dipadu dengan pembagian doorprize.
Doorprize yang sediakan memang sederhana, tak ada mobil atau sepeda motor sebagai hadiah utamanya. Hanya setrika, kipas angin, sepeda gunung, satu buah kulkas. Bukan materi yang dikejar dalam konsep acara ini tapi kebersamaan dan kesabaran dalam menunggu keberentungan. Tak kurang dari 2000 peserta halal bi halal ini. Semuanya antusias, tak peduli panas hawa kota Surabaya siang hari. Menurut Prof. Dr. Warsono, M.S., tradisi ini telah berjalan setiap tahun. Diharapkan acara ini dapat mempererat tali silaturahim di antara civitas akademika Unesa sebab kampus yang besar bukan karena lahannya yang panjang kali lebar, tapi lebih dari itu kampus yang besar ialah kampus yang segenap civitas akademikanya mampu bergerak seiring sejalan. (Suryo/Byu)
Share It On: