Pesatnya arus globalisasi tidak dapat dibendung kembali. Budaya luar negeri mau atau tidak, pasti akan masuk. Masuknya budaya asing memberikan dua dampak, positif dan negatif. Hal terpenting dari itu semua yaitu proses untuk menyeleksinya. Bila tidak mampu menyaringnya maka akan mengikis budaya lokal peninggalan leluhur. Di samping itu, budaya bangsa yang kita punya harus dipertahankan dan dilestarikan. Berbagai upaya telah dilakukan, salah satunya melalui kuliah umum (25/6) di Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep. Bertemakan Pendidikan Berbasis Kultur Daerah . Acara yang bertempat diAuditororium Unija ini, dihadiri oleh Prof. Dr. Mukhlas Samani., M.Pd. selaku Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Sebagai pembicara, Prof. Dr. Mukhlas Samani., M.Pd. menuturkan bahwa saat ini bangsa Indonesia memasuki jaman modern. Menurutnya, arus budaya asing akan terus masuk ke dalam negeri ini, dalam hal tersebut peran pendidikan sangat dibutuhkan. Perlu adanya suatu desain pendidikan yang harus mempertahankan budaya lokal tanpa menghilangkan pendidikan berbasis IT, ujarnya. Ia mencontohkan kondisi di Hongkong, menurutnya pendidikan di Hongkong telah menerpakan pendidikan yang berbasis asrama. Pendididkan di sana menerapkan sistem pembelajaran saling tukar pelajar antar sekolah. Ini adalah pembelajaran yang telah dimiliki oleh kita sejak dulu, yaitu pendidikan pesantren, imbuhnya. Jika hal tersebut diterapkan di Indonesia secara maksimal maka Indonesia akan menjadi negara yang maju.[Zainur Rahman_Humas]
Sebagai pembicara, Prof. Dr. Mukhlas Samani., M.Pd. menuturkan bahwa saat ini bangsa Indonesia memasuki jaman modern. Menurutnya, arus budaya asing akan terus masuk ke dalam negeri ini, dalam hal tersebut peran pendidikan sangat dibutuhkan. Perlu adanya suatu desain pendidikan yang harus mempertahankan budaya lokal tanpa menghilangkan pendidikan berbasis IT, ujarnya. Ia mencontohkan kondisi di Hongkong, menurutnya pendidikan di Hongkong telah menerpakan pendidikan yang berbasis asrama. Pendididkan di sana menerapkan sistem pembelajaran saling tukar pelajar antar sekolah. Ini adalah pembelajaran yang telah dimiliki oleh kita sejak dulu, yaitu pendidikan pesantren, imbuhnya. Jika hal tersebut diterapkan di Indonesia secara maksimal maka Indonesia akan menjadi negara yang maju.[Zainur Rahman_Humas]
Share It On: