Semanggi. Mandiri, Rek . Itulah salam sapaan yang menggambarkan topik perbincangan acara yang ditayangkan Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang dipandu dua pemandu acaranya, Asta dan Haryono. Pada Sabtu (10/8) berkumpul beberapa orang penting, seperti rektor, dekan, pimpinan lembaga pengabdian masyarakat, pimpinan kepala pondok pesantren, dan pimpinan bank membahas tentang program mandiri yang dilakukan para mahasiswa dari Perguruan Tinggi (PT) di Jawa Timur. Selain itu, hadir para mahasiswa UIN Malang, Unmuh Surabaya, dan Unesa, kumpulan pengajian, anak-anak panti asuhan Al-Kafi, serta grup musik pengiring.
Unesa sebagai PT di Surabaya menjalankan program pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan salah satu Tri Darma PT, yakni pengabdian masyarakat. Pengabdian masyarakat diwujudkan dalam bentuk Pos Pemberdayaan Masyarakat (Posdaya). Posdaya dilakukan dengan cara melakukan pendampingan kepada masyarakat sesuai empat pilar, antara lain kesehatan, lingkungan, pendidikan, dan ekonomi. Untuk tahun ini, program yang juga merupakan bagian dari mata kuliah atau lebih dikenal dengan KKN berlangsung di tiga desa, antara lain Desa Mojosari Rejo, Desa Sumput, dan Desa Wedoro Anom.
Selama satu bulan, para mahasiswa melakukan pendampingan di tiga desa yang berada di Kecamatan Driyorejo, Gresik tersebut. Diharapkan dengan adanya 16 Posdaya, warga bisa mandiri dengan produk yang telah dihasilkan, di antaranya abon dan dendeng dari jantung pisang. Karena itu, beberapa pihak merasa sangat senang dan mendukung sekali, termasuk Drs. Suhada Nasrullah, pimpinan pondok pesantren yang berada di daerah tersebut. Menurutnya, acara demikian harus didukung sepenuhnya dan bisa dilakukan tiap tahun. (Rizka Amalia)
Unesa sebagai PT di Surabaya menjalankan program pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan salah satu Tri Darma PT, yakni pengabdian masyarakat. Pengabdian masyarakat diwujudkan dalam bentuk Pos Pemberdayaan Masyarakat (Posdaya). Posdaya dilakukan dengan cara melakukan pendampingan kepada masyarakat sesuai empat pilar, antara lain kesehatan, lingkungan, pendidikan, dan ekonomi. Untuk tahun ini, program yang juga merupakan bagian dari mata kuliah atau lebih dikenal dengan KKN berlangsung di tiga desa, antara lain Desa Mojosari Rejo, Desa Sumput, dan Desa Wedoro Anom.
Selama satu bulan, para mahasiswa melakukan pendampingan di tiga desa yang berada di Kecamatan Driyorejo, Gresik tersebut. Diharapkan dengan adanya 16 Posdaya, warga bisa mandiri dengan produk yang telah dihasilkan, di antaranya abon dan dendeng dari jantung pisang. Karena itu, beberapa pihak merasa sangat senang dan mendukung sekali, termasuk Drs. Suhada Nasrullah, pimpinan pondok pesantren yang berada di daerah tersebut. Menurutnya, acara demikian harus didukung sepenuhnya dan bisa dilakukan tiap tahun. (Rizka Amalia)
Share It On: