Jurusan Bahasa Jawa mengadakan lomba Mocopat, Geguritan, dan Campur Sari untuk siswa SMP/MTs se-Jawa Timur pada 28-29 Oktober 2016. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Seni. Semakin tahun, kegiatan ini semakin diminati peserta. Terbukti, jumlah pendaftar makin membengkak, bahkan tahun ini jumlah peserta yang mendaftar sekitar 50 180 siswa per lomba. Hal ini jelas membuat luar maupun dalam gedung Sawunggaling dan Joglo FBS Unesa dipenuhi oleh para peserta dari seluruh SMP/MTs yang ada di Jawa Timur. Lomba kali ini mengangkat tema "Ngleluri Basa, Sastra lan Budaya Jawa: Muwuhi Luhuring Bangsa" yang berarti Melestarikan bahasa, sastra dan Budaya Jawa. Tak hanya wajib menggunakan bahasa Jawa dengan benar dan indah saja, tapi para peserta lomba juga wajib menggunakan baju tradisional Jawa beserta penampilan yang Jawani sekali.
"Lomba ini sudah ada sejak saya masih sekolah dulu dan akan tetap dilaksanakan setiap tahunnya agar semua anak, khususnya di Jawa Timur tetap membudidayakan budaya Jawa hingga ke generasi berikutnya," ujar ketua panitia sekaligus dosen jurusan Pendidikan dan Sastra bahasa Daerah, Latif Nur Hasan, S.Pd, M.Pd.
Tak hanya kecakapan berbahasa Jawa dan penampilan yang Jawani saja, tapi teknik vokal, pelafalan, hingga ekspresi yang mengekspresikan kalimat yang diucapkan oleh para peserta menjadi penilaian penting untuk menentukan juara. Karena itulah, tak sedikit para peserta tak habis melirik ke arah kaca untuk melihat tatanan baju maupun make up mereka maupun berlatih berkali-kali untuk menampilkan yang terbaik. (chikita)
Share It On: