Sidoarjo--Setelah ditetapkannya Kurikulum 2013 sebagai Kurikulum Nasional, banyak guru yang masih bingung bagaimana cara mengimplementasikan kurikulum nasional dalam proses pembelajaran di kelas, khususnya dalam pembuatan RPP. Masalah ini juga dihadapi oleh guru-guru IPS yang mengajar di SMP.Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya tidak tinggal diam melihat masalah yang dihadapi guru IPS. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, dosen dari Pendidikan Sejarah membentuk pelatihan penyusunan RPP berbasis sumber belajar museum untuk guru SMP se-Sidoarjo. Acara ini dilaksanakan selama dua hari, 1--2 Oktober 2016 di Museum Negeri Mpu Tantular.
Pengabdian ini diikuti oleh ketua jurusan Pendidikan Sejarah Drs. Yohanes Hanan Pamungkas M.A., Dekan FISH, dosen, dan mahasiswa Pendidikan Sejarah. Selama berlangsungnya acara pelatihan, para peserta begitu antusias mengikuti serangkaian acara yang telah disusun oleh panitia.
Dra. Sri Mastuti P, M.Hum. selaku tutor dalam pelatihan mengatakan, "Acara ini bertujuan untuk memberikan pelatihan bagaimana cara menyusun RPP IPS berdasarkan Kurikulum Nasional dan bagaimana cara memanfaatkan museum sebagai sumber belajar IPS. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada guru IPS bahwa IPS itu harus diajarkan secara terpadu (integrated), bukan sacara terpisah-pisah." (Inayah/ful/Humas)
Share It On: