
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id, SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali menjaring calon mahasiswa berbakat melalui seleksi Jalur Mandiri Prestasi Seni yang berlangsung pada Selasa, 3 Juni 2026, di Gedung T14 Fakultas Bahasa dan Seni (FBS).
Jalur ini menjadi wadah bagi siswa yang memiliki rekam jejak prestasi di bidang seni untuk melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensinya secara lebih terarah.
Koordinator Program Studi S-1 Desain Komunikasi Visual (DKV) Unesa, Marsudi, yang juga bertugas sebagai pewawancara seleksi, menjelaskan bahwa jalur prestasi seni merupakan skema penerimaan mahasiswa baru yang secara khusus ditujukan bagi calon mahasiswa dengan capaian dan pengalaman di bidang seni maupun desain.
Menurutnya, jalur tersebut berbeda dengan jalur prestasi lainnya yang tersedia di Unesa karena fokus pada kemampuan artistik dan kreativitas peserta. Melalui seleksi ini, FBS berupaya menghadirkan ruang bagi talenta seni untuk terus berkembang dalam lingkungan akademik.
Dalam proses seleksi, terdapat dua aspek utama yang menjadi dasar penilaian, yakni prestasi dan komitmen peserta. Pada aspek prestasi, tim seleksi tidak hanya memverifikasi sertifikat atau dokumen pendukung, tetapi juga menggali lebih jauh mengenai bidang seni yang ditekuni, tingkat kompetisi yang diikuti, hingga kontribusi peserta dalam pencapaian yang diraih.
“Wawancara menjadi tahap penting untuk memahami kompetensi peserta secara lebih mendalam. Kami dapat mengetahui tingkat prestasi yang dicapai, apakah di tingkat lokal, provinsi, nasional, atau internasional, serta melihat sejauh mana peran peserta dalam pencapaian tersebut,” ujarnya.

www.unesa.ac.id
Sebagai bentuk validasi, peserta juga dapat diminta menampilkan kemampuan secara langsung, seperti menari, bernyanyi, menggambar, atau mempresentasikan karya desain sesuai bidang yang ditekuni.
Selain prestasi, komitmen peserta turut menjadi perhatian. Marsudi menegaskan bahwa calon mahasiswa yang lolos melalui jalur ini diharapkan mampu mempertahankan dan mengembangkan prestasi yang telah dimiliki selama menempuh pendidikan di Unesa.
Ia menambahkan, jalur prestasi seni merupakan bentuk apresiasi bagi siswa yang memiliki dedikasi tinggi dalam bidang seni dan desain. Cakupan bidang yang dapat diakomodasi pun beragam, mulai dari seni tari, musik, paduan suara, seni rupa, kriya, hingga berbagai bidang desain seperti animasi, film, dan desain komunikasi visual.
Salah satu peserta seleksi, Magdalena asal Ponorogo, mengikuti jalur ini untuk mendaftar pada Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik). Ia memilih Unesa karena reputasi program studi yang dinilai memiliki kualitas dan akreditasi yang baik.
Pada pelaksanaan seleksi, Magdalena menampilkan tari Jaipong sebagai bentuk unjuk kemampuan. Ia mengaku sempat merasa gugup saat memasuki ruang tes, tetapi suasana seleksi yang kondusif membuatnya lebih percaya diri.
“Awalnya deg-degan dan takut, tetapi setelah dijalani ternyata tidak semenakutkan yang saya bayangkan,” ungkapnya.
Magdalena berharap dapat mengembangkan kemampuan seni tari selama menempuh pendidikan di Unesa sekaligus berkontribusi dalam pelestarian budaya daerah. “Saya ingin mengembangkan kemampuan tari saya di Unesa dan terus berjuang melestarikan tari daerah,” pungkasnya.
Sebagai informasi tambahan, Unesa membuka 3 jalur Mandiri Prestasi yang terdiri dari prestasi seni, olahraga, dan keagamaan. Ketiganya dilakukan wawancara secara tatap muka di dalam area kampus Unesa II Lidah Wetan. [ ]
***
Reporter: Lina Lubabatul
Editor: @rach*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: