
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Kualitas program studi (prodi) menjadi salah satu faktor yang menentukan pengalaman belajar mahasiswa, mulai dari proses perkuliahan, masa studi, hingga kesiapan memasuki dunia kerja. Untuk memastikan kualitas tersebut terus terjaga, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh program studi sebagai dasar memperkuat layanan akademik, menyempurnakan kurikulum, dan menata pengembangan program studi sesuai kebutuhan masyarakat serta dunia industri.
Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan Evaluasi Semester Genap 2025/2026 dan Persiapan Akademik Semester Gasal 2026/2027 yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan dan Transformasi Pendidikan (DPTP) di Auditorium Fakultas Kedokteran, Kampus II Lidah Wetan, Kamis, 30 Juli 2026. Sebanyak 196 koordinator program studi (koorprodi) jenjang sarjana, magister, hingga doktor hadir dalam forum tersebut.
Evaluasi mencakup berbagai aspek, mulai dari proses pembelajaran, administrasi akademik, mobilitas akademik mahasiswa, tingkat kelulusan, hingga strategi pengembangan program studi agar tetap adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja.

www.unesa.ac.id
Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, menjelaskan bahwa evaluasi rutin setiap awal semester menjadi bagian dari upaya kampus memastikan mahasiswa memperoleh layanan akademik yang semakin baik.
"Setiap awal semester kami selalu melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan perkuliahan. Persoalan-persoalan yang muncul di lapangan harus segera dicarikan solusi agar layanan akademik kepada mahasiswa semakin baik," ujarnya.
Menurutnya, forum tersebut juga memperkuat koordinasi antarprogram studi, termasuk dalam pemanfaatan laboratorium dan ruang pembelajaran melalui konsep resource sharing. Dengan pendekatan tersebut, berbagai fasilitas akademik dapat dimanfaatkan secara lebih efektif untuk mendukung proses belajar mahasiswa lintas program studi.
Selain itu, Unesa terus memperkuat transformasi pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi secara proporsional. Model pembelajaran luring dan daring dikembangkan secara seimbang dengan tetap menjaga efektivitas interaksi di kelas, sementara optimalisasi smart classroom diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, mempermudah administrasi akademik, serta mendukung sistem penilaian yang lebih efisien.
Direktur Direktorat Pendidikan dan Transformasi Pendidikan (DPTP) Unesa, Rooselyna Ekawati, menjelaskan bahwa setiap program studi dievaluasi berdasarkan kondisi aktual, jumlah mahasiswa, strategi pengembangan, hingga berbagai aspek yang masih memerlukan penguatan. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar penyusunan kebijakan akademik pada semester berikutnya.

www.unesa.ac.id
Salah satu langkah yang sedang disiapkan ialah penyusunan instrumen evaluasi diri program studi. Instrumen tersebut akan digunakan untuk memetakan tingkat kesehatan setiap program studi sehingga kebijakan pengembangan, penguatan, penggabungan (merge), maupun penataan program studi dilakukan berdasarkan data dan kebutuhan nyata.
"Kami ingin seluruh program studi terus menjaga kualitasnya. Hal-hal yang sudah baik dipertahankan, sedangkan yang masih kurang harus segera diperbaiki agar tidak terulang pada semester berikutnya," kata guru besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) tersebut.
Salah satu implementasi penguatan kualitas tersebut dilakukan Prodi D-4 Tata Busana Fakultas Vokasi. Koorprodi D-4 Tata Busana, Irma Russanti, mengatakan pihaknya terus memperkuat implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan menata mata kuliah agar semakin banyak mahasiswa dapat menyelesaikan studi dalam tujuh semester atau 3,5 tahun.
"Harapan kami semakin banyak mahasiswa yang lulus dalam tujuh semester dan setelah lulus segera terserap oleh dunia usaha dan dunia industri," tuturnya.][
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: