
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Pekikan teknik tarung memenuhi GOR Basket Internasional Kampus II Unesa Lidah Wetan, Surabaya. Sebanyak puluhan atlet muda dari berbagai perguruan karate di Jawa Timur mengikuti sesi pelatihan teknik yang dipimpin langsung oleh Sophia Bouderbane, pelatih dan mantan atlet karate asal Prancis, pada 13–14 Juli 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan melalui kerja sama Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Jawa Timur.
Fokus utama pelatihan dua hari ini adalah transfer teknik bertanding nomor kumite guna mempersiapkan para atlet menghadapi kejuaraan di tingkat nasional maupun internasional.

www.unesa.ac.id
Pelatih UKM Karate Unesa, Afifan Yulfadinata, menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari UKM Karate Unesa serta anggota dari perguruan karate seperti Inkanas, Inkai, Inkado, dan Lemkari Jawa Timur.
“Tujuannya menyamakan standar teknik bertanding para atlet di Jawa Timur, khususnya untuk nomor kumite. Harapannya, pelatihan seperti ini dapat berjalan rutin setiap tahun sebagai bahan evaluasi kemampuan bertanding para atlet," kata Afifan.
Selama dua hari pelatihan, Sophia Bouderbane memberikan materi terapan mengenai teknik-teknik yang sering memenangkan poin dalam pertandingan internasional, termasuk teknik sapuan kaki (ashibarai) serta variasi tendangan melingkar (uramawashi geri dan ushiro geri).

www.unesa.ac.id
Selain memberikan koreksi gerakan, ia juga berbagi pengalaman mengenai disiplin latihan di Eropa untuk memotivasi peserta.
"Kunci dari penguasaan teknik ini adalah konsistensi setelah pelatihan selesai. Saya berharap para atlet di sini terus melatih variasi gerakan ini secara mandiri di perguruan masing-masing agar refleks bertandingnya terbentuk," ujar Sophia.
Salah satu peserta pelatihan, Reanita, menyatakan bahwa materi yang diberikan sangat aplikatif karena langsung dikombinasikan dengan sesi simulasi tanding (sparring).
Melalui kegiatan ini, para atlet muda Jawa Timur dapat mengukur langsung kelemahan teknik bertahan dan menyerang mereka sebelum terjun ke kompetisi resmi. ][
***
Reporter: Lina Lubabatul (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: