
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id, SURABAYA—Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan pembukaan asesmen lapangan dalam rangka reakreditasi Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan pada Senin, 18 Mei 2026.
Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Lantai 9 Gedung FK Unesa dan dihadiri jajaran pimpinan, termasuk Rektor Unesa, Nurhasan atau yang akrab disapa Cak Hasan, serta tim asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes).
Cak Hasan menegaskan bahwa momentum asesmen lapangan ini sangat penting untuk memastikan kualitas pendidikan kesehatan di Unesa berjalan sesuai standar mutu nasional. Ia juga menekankan komitmen Unesa sebagai PTN-BH unggul untuk terus mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing.
“Semoga semua rangkaian acara hari ini memberikan hasil terbaik untuk memperkuat peran desa dan mencetak lulusan bidan yang berkompeten, unggul, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi bangsa dan kemanusiaan,” ujarnya.
Dekan Fakultas Kedokteran Unesa, Endang Sri Wahjuni, menjelaskan bahwa meskipun FK Unesa baru berdiri pada tahun 2023, fakultas tersebut telah memiliki sembilan program studi.
Program Studi Kebidanan memiliki visi khusus untuk menghasilkan bidan yang tidak hanya kompeten dan tangguh, tetapi juga memiliki keunggulan dalam upaya promotif dan preventif melalui physical exercise atau olahraga.
Menurutnya, hal tersebut selaras dengan identitas Unesa yang kuat di bidang keolahragaan, sehingga lulusan kebidanan diharapkan memiliki nilai tambah yang khas dibanding perguruan tinggi lain.
“Kami berharap reakreditasi ini memberikan masukan berharga bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas, sehingga dapat menghasilkan lulusan bidan yang maksimal dan mempunyai keunggulan spesifik di bidang olahraga,” katanya.

www.unesa.ac.id
Tim asesor LAM-PTKes yang bertugas terdiri atas Ulfa Farrah Lisa, Indria Astuti, dan Kristiani Murtini. Mereka akan melakukan klarifikasi data serta wawancara dengan dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan selama proses asesmen berlangsung.
Mewakili tim asesor, Indria Astuti menyampaikan bahwa kehadiran mereka bukan untuk mencari kekurangan, melainkan untuk memotret kondisi nyata di lapangan dan memberikan rekomendasi yang membangun bagi pengembangan program studi.
“Kami datang untuk memotret keunggulan yang mempunyai warna tersendiri di sini. Kami tidak akan mencari-cari kekurangan, melainkan mencocokkan apa yang tertulis di dalam borang dengan kondisi riil di lapangan,” ujarnya.
Melalui asesmen ini, seluruh sivitas akademika FK Unesa berharap proses reakreditasi dapat membuahkan hasil maksimal dengan predikat Unggul. Capaian tersebut diharapkan semakin memperkuat peran Unesa dalam pembangunan kesehatan nasional, khususnya dalam mencetak tenaga bidan profesional yang adaptif, unggul, dan berkontribusi bagi masyarakat Indonesia.
***
Reporter:
Azam Mudzaky (Internship)
Editor: @rach*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: