
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Kebugaran tubuh merupakan kunci utama dalam membentuk sumber daya manusia yang hebat, tangguh, dan berdampak bagi bangsa. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus mendorong seluruh civitas akademika untuk konsisten menjaga kesehatan dan kebugaran fisik agar mampu beraktivitas secara cepat, kreatif, giat, dan produktif.
Hal itu disampaikan oleh Rektor Unesa, Nurhasan, atau yang akrab disapa Cak Hasan, saat membuka agenda Kebugaran Bersama yang digagas Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK). Kegiatan yang digelar di Lapangan Atletik Kampus II Unesa Lidah Wetan pada Rabu (19/8/2026) ini diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 sekaligus memperingati Dies Natalis ke-62 Unesa.
Sebagai agenda rutin tahunan, kegiatan ini selaras dengan pilar unggulan Unesa di bidang keolahragaan. Selain itu, agenda ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mengedukasi civitas akademika dan masyarakat luas tentang pentingnya menjadikan olahraga sebagai gaya hidup.

www.unesa.ac.id
Cak Hasan menegaskan bahwa kebugaran bukan sekadar kapasitas fisik, melainkan modal utama pendukung performa sehari-hari. Dengan tubuh yang bugar, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa dipastikan dapat menjalankan aktivitas akademik dan non-akademik secara optimal.
“Mahasiswa baru harus menjadi pribadi yang tangguh, berani, dan adaptif. Dengan begitu, mereka dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang hebat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa Indonesia,” ujar Cak Hasan.
Senada dengan hal tersebut, Dekan FIKK Unesa, Irmantara Subagio menekankan bahwa momentum kebugaran bersama ini menjadi sarana penting untuk memelihara dan meningkatkan kebugaran civitas akademika secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat budaya hidup sehat di lingkungan kampus.

www.unesa.ac.id
Rangkaian acara semakin berwarna dengan digelarnya 15 Minute Run Test yang dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan TIK Unesa, Dwi Cahyo Kartiko. Tes ini dirancang khusus untuk mengukur tingkat kebugaran para dosen FIKK melalui aktivitas lari selama 15 menit.
Menariknya, kegiatan ini juga menjadi panggung unjuk kompetensi bagi mahasiswa dari berbagai program studi di FIKK. Mahasiswa Prodi Gizi Unesa membagikan minuman isotonik hasil formulasi mandiri kepada para peserta lari sebagai bentuk pemulihan cairan tubuh sekaligus edukasi nutrisi olahraga.
Sementara itu, mahasiswa Prodi Masase memberikan layanan pijat refleksi guna membantu pemulihan otot bagi peserta yang mengalami kelelahan atau cedera ringan. Keterlibatan lintas program studi ini membuktikan bahwa agenda kebugaran ini selain berfungsi sebagai wadah olahraga bersama dalam semangat hidup sehat dan bugar. ][
***
Reporter: Ahmad Daffa F. (FT)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: