
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA—Ekosistem pendidikan inklusif dan moderasi beragama di Jawa Timur mendapat penguatan berkelanjutan melalui pemantapan sinergi kelembagaan perguruan tinggi. Kembali dipercayanya akademisi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam jajaran kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur masa khidmat 2025–2030 diproyeksikan semakin memperkokoh kolaborasi yang telah berjalan, mulai dari riset kebijakan, literasi digital, hingga pengabdian masyarakat berbasis nilai kebangsaan.
Dua dosen kampus ‘Rumah Para Juara’ resmi mengemban amanah krusial dalam struktur tersebut. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Muhammad Turhan Yani kembali dikukuhkan sebagai Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi pada periode keduanya.
Sementara itu, dosen Prodi S-1 Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Mufarrihul Hazin dipercaya sebagai sekretaris komisi yang sama. Prosesi pengukuhan berlangsung di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Sabtu, 12 Juli 2026, yang dirangkaikan dengan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) MUI se-Jawa Timur Tahun 2026.
Turhan Yani menyampaikan bahwa amanah ini merupakan jembatan pengabdian lanjutan untuk membangun pendidikan yang moderat, integratif, dan komprehensif. Prioritas utama komisi diarahkan pada penguatan ekosistem pendidikan yang unggul, inklusif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus berpijak pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.
Tantangan pendidikan di era disrupsi saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek kognitif, tetapi juga penguatan mental dan moral generasi muda.
“Melalui peren tersebut, mereka akan mendorong integrasi ilmu pengetahuan dan teknologi dengan nilai-nilai agama, serta memperkuat kaderisasi ulama dari kalangan generasi muda yang memiliki kedalaman ilmu, penguasaan teknologi, dan kepemimpinan,” ucapnya.
Serupa, disampaikan Mufarrihul Hazin bahwa keberlanjutan keterwakilan akademisi di struktur MUI Jawa Timur ini menjadi modal penting untuk mengintegrasikan nilai-nilai akademik dengan program kerja komisi secara lebih terukur dan berkesinambungan.
Sinergi antara MUI Jawa Timur dan perguruan tinggi yang selama ini telah terjalin dengan baik akan terus diperkuat. Ruang kolaborasi dialokasikan secara nyata melalui riset kebijakan pendidikan, pelatihan peningkatan mutu guru, hingga program pengabdian masyarakat berbasis Islam wasathiyah.
“Dengan kesinambungan sinergi ini, kami optimistis Jawa Timur akan menjadi pusat lahirnya generasi emas Indonesia yang unggul dan berkarakter," pungkas Mufarrihul Hazin.
Melalui keberlanjutan kontribusi dua representasi akademisnya di struktur MUI Jawa Timur, Unesa secara kelembagaan semakin memantapkan peran aktifnya dalam mengawal isu-isu kemasyarakatan.
Penguatan kemitraan ini diharapkan mampu melahirkan rumusan solutif atas tantangan moralitas di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence), sekaligus menjadikan Jawa Timur sebagai barometer pendidikan karakter di tingkat nasional. ][
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: