
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA—SMA Labschool Unesa 1 Surabaya merai nilai di atas rata-rata nasional dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang digulirkan pemerintah sebagai instrumen pemetaan capaian kompetensi peserta didik. Pada pelaksanaan TKA tahun 2025 lalu, nilai rata-rata siswa SMA Labschool Unesa 1 tercatat melampaui rata-rata Jawa Timur bahkan nasional, khususnya pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris.
Berdasarkan data yang dirilis, nilai rata-rata TKA Matematika SMA Labschool Unesa 1 mencapai 42,52, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional 36,10. Sementara pada nilai Bahasa Inggris berada pada angka 37,00 juga melampaui rata-rata nasional sebesar 24,93.
Ketua Yayasan Labschool Unesa, Endah Purnomowati Nurhasan mengapresiasi capaian tersebut sebagai salah satu sekolah dengan performa akademik unggul. Menurutnya, hasil TKA ini menjadi bukti kualitas dan mutu pembelajaran yang selama ini dirancang dan diimplementasikan secara konsisten.
“Kami sangat mengapresiasi capaian ini. Hasil TKA yang melampaui rata-rata nasional membuktikan bahwa kualitas pembelajaran yang selama ini dijaga dan program yang dicanangkan Labschool Unesa berjalan dengan baik. Ini menjadi penyemangat untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu pendidikan ke depan,” ujarnya
Sementara itu, Kepala Badan Labschool Unesa, Sujarwanto menyampaikan rasa syukur atas hasil TKA yang diraih siswa SMA Labschool Unesa 1 Surabaya. Ia menuturkan bahwa capaian ini menjadi titik awal penting untuk peningkatan performa akademik.
Menurutnya, capaian ini mencerminkan proses pendidikan yang berorientasi pada pengembangan potensi siswa. Dengan hasil ini, siswa diharapkan semakin termotivasi untuk belajar dan mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

“Jika pada tahun sebelumnya hampir 70% lulusan diterima PTN, maka pada tahun ini ditargetkan meningkat hingga 90%. Selain jalur PTN, sekolah juga menyiapkan alternatif lanjutan melalui dunia kerja dan studi ke luar negeri dengan dukungan berbagai program beasiswa di kawasan Asean hingga Eropa,” jelas Sujarwanto.
Lebih lanjut, peningkatan mutu akademik juga harus dibarengi dengan penguatan sumber daya manusia, khususnya guru. Karena itu, pihaknya ke depan secara berkelanjutan memberikan pelatihan dan penguatan kompetensi guru, termasuk rencana pelatihan di dalam dan luar negeri melalui kerja sama internasional.
Kepala SMA Labschool Unesa 1 Surabaya, Dewi Purwanti menyampaikan bahwa capaian nilai TKA ini merupakan bukti hasil kerja kolaboratif seluruh warga sekolah, baik guru, peserta didik, hingga tenaga kependidikan.
Ia menjelaskan, sekolah menerapkan strategi pembelajaran terencana dengan pemetaan materi esensial TKA, penguatan soal berpikir tingkat tinggi (HOTs), serta pembiasaan literasi dan numerasi. Selain itu, sekolah juga menyediakan program pendampingan dan pengayaan sesuai kebutuhan siswa, termasuk bimbingan intensif menjelang TKA.
“Kami terus mengembangkan inovasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, serta memperkuat budaya belajar positif agar peserta didik memiliki daya saing nasional maupun global. Sekaligus ini menjadi motivasi kami untuk terus meningkatkan mutu akademik secara berkelanjutan meskipun tetap perlu evaluasi dan perbaikan,” pungkasnya.
Ke depan, Dewi berharap SMA Labschool Unesa 1 tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga melahirkan lulusan yang berkarakter, berpikir kritis, dan siap menghadapi tantangan global.
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Labschool Unesa
Share It On: