
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA— Tantangan profesi guru dinilai semakin kompleks di tengah pesatnya era digital dan gempuran teknologi kecerdasan buatan. Pendidik masa kini tidak hanya dituntut menguasai empat kompetensi pokok, melainkan harus adaptif dalam memahami sekaligus menyelaraskan diri dengan dinamika dunia global demi melahirkan pembelajaran yang bermakna dan berdampak.
Hal itulah yang mengemuka dalam Kuliah Umum Best Practice PPG Calon Guru bersama dosen senior Shahrin Hashim dari School of Education, Faculty of Educational Sciences and Technology, Universiti Teknologi Malaysia (UTM) di Auditorium Gedung LPSP, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kampus II Lidah Wetan, Surabaya, pada Selasa, 14 Juli 2026.
Pada kegiatan bertajuk “Mewujudkan Pembelajaran Inovatif, Reflektif, dan Berdampak bagi Peserta Didik” itu, Shahrin Hashim menekankan bahwa tantangan profesi guru saat ini lebih pada menumbuhkan pola pikir kreatif dan inovatif, menjadi praktisi reflektif, serta menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berdampak bagi peserta didik.

www.unesa.ac.id
Menurutnya, guru harus terus membangun pola pikir adaptif dan berkembang, mengembangkan rasa ingin tahu, berani mengeksplorasi ide-ide baru, serta menyediakan ruang refleksi dalam setiap proses pembelajaran.
“Guru dituntut berperan sebagai inspirator, motivator, navigator, moderator, fasilitator, investigator, sekaligus inovator yang terus belajar dan berkembang sepanjang hayat,” tegasnya di hadapan mahasiswa PPG Unesa.
Salah satu peserta, Sofiana dari Bimbingan dan Konseling, mengungkapkan bahwa ia memperoleh pemahaman tentang konsep learning organization yang mendorong seluruh warga sekolah untuk terus belajar dan berkembang bersama sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.
"Tadi disampaikan, guru punya tanggung jawab memastikan tidak ada peserta didik yang tertinggal. Melalui kegiatan ini, saya berharap dapat menguatkan kompetensi pedagogik dan profesional sekaligus menjadi guru yang reflektif, inovatif, dan mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna," ujarnya.

www.unesa.ac.id
Sekretaris BPPG Unesa, Faridha Nurhayati menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan wawasan, kompetensi, dan profesionalisme calon guru dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
“Praktik baik yang disampaikan narasumber diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam mengembangkan pembelajaran di sekolah mitra saat pelaksanaan PPL mandiri," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Unesa Global Engagement (UGE), Muchamad Arif Al-Ardha menyambut baik keberlanjutan kerja sama antara Unesa dan Universiti Teknologi Malaysia yang selama ini telah terjalin melalui berbagai program akademik.
"Kami berharap ke depan semakin banyak mahasiswa PPG yang dapat mengikuti program internasional. Ini menjadi kesempatan penting untuk belajar dari praktik pendidikan di negara lain sekaligus meningkatkan kompetensi global calon guru Indonesia," tuturnya. ][
***
Reporter: Mochammad Ja'far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: