
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id, MAGETAN—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus menunjukkan kepeduliannya pada kemajuan pendidikan di daerah. Kali ini, Unesa bekerja sama dengan Bappenas, Pemerintah Kabupaten Magetan, dan Gasing Academy menggelar pelatihan numerasi dengan metode Gasing.
Pelatihan tahap pertama yang diikuti oleh 36 guru dan 71 siswa ini sukses dilaksanakan selama hampir tiga minggu di SMP Negeri 1 Magetan dan resmi ditutup di Pendopo Surya Graha, Magetan pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Dalam program ini, Unesa menerjunkan delapan dosen terbaiknya untuk mendampingi para guru dan siswa bersama tim fasilitator. Wakil Rektor Bidang II Unesa, Bachtiar Syaiful Bachri, menjelaskan bahwa matematika dan kemampuan berhitung bukan sekadar urusan angka di atas kertas, melainkan dasar untuk melatih anak-anak berpikir cerdas.
“Numerasi bukan sekadar angka, tetapi kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan mengambil keputusan. Sehingga penguatan ini menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan,” ujarnya.

www.unesa.ac.id
Ia menambahkan, Unesa juga melakukan penelitian langsung di lapangan untuk melihat sejauh mana metode seru ini bisa mengubah cara belajar siswa agar lebih efektif. Hasil nyata dari pelatihan singkat ini dirasakan langsung oleh para peserta.
Perwakilan Gasing Academy, Yohanes Surya, menceritakan perubahan luar biasa dari anak-anak Magetan hanya dalam waktu dua minggu. Anak-anak yang dulunya bingung dan takut melihat angka, sekarang justru bisa berhitung dengan sangat cepat, mudah, dan sambil gembira.
Menurutnya, semua anak pada dasarnya pintar matematika jika diajari dengan cara yang asyik. “Tidak ada anak yang tidak bisa berhitung, yang ada hanya metode pengajaran yang belum tepat,” ungkap Yohanes Surya.
Melihat keceriaan dan keberhasilan anak-anaknya, Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kolaborasi tersebut.

www.unesa.ac.id
Ia berharap cara belajar matematika yang menyenangkan ini tidak berhenti di sini saja, melainkan bisa segera ditularkan ke seluruh sekolah dasar dan sekolah menengah di wilayah Magetan.
“Saya harap metode Gasing dapat segera diterapkan secara luas di seluruh sekolah dasar dan menengah pertama di Kabupaten Magetan,” kata Bupati Nanik.
Program ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas menegaskan bahwa pintar matematika dan membaca adalah modal utama untuk membawa Indonesia menjadi negara maju di masa depan.
Pemerintah memiliki target besar agar nilai matematika anak-anak Indonesia meningkat tajam pada tahun 2045 nanti. “Literasi dan numerasi merupakan indikator penting untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Pihak Bappenas juga mengapresiasi komitmen Unesa yang tidak hanya mencetak calon guru, tetapi mau turun langsung ke lapangan untuk membuat inovasi dan meneliti cara mengajar terbaik demi masa depan anak-anak bangsa. ][
***
Reporter: Diva Novana Widia Putri (FEB)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: