
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menerima kunjungan Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas, Maliki dan jajarannya di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Unesa Surabaya, Jumat, 22 Mei 2026 di Gedung Unesa Science Center, Kampus II Lidah Wetan.
Kunjungan ini menjadi bagian dari tindak lanjut kolaborasi sekaligus evaluasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang telah berjalan selama satu tahun. Dalam kunjungan tersebut, Maliki menyoroti pentingnya pengembangan kurikulum yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan masa depan siswa.
Menurutnya, Sekolah Rakyat harus menjadi media yang mampu membuka harapan baru bagi anak-anak dari latar belakang kurang beruntung agar memiliki masa depan yang lebih optimistis.
Ia menjelaskan, penguatan kurikulum perlu diarahkan pada pengembangan karakter, adaptasi teknologi, serta green employment atau pekerjaan berbasis ramah lingkungan. Menurutnya, perkembangan teknologi dan tuntutan industri hijau menuntut siswa lebih adaptif terhadap perubahan.

www.unesa.ac.id
“Anak-anak harus mampu memanfaatkan teknologi untuk mencari informasi yang berguna, memahami teknologi ramah lingkungan, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan bumi. Jadi tidak hanya intelektualnya yang dibangun, tetapi juga perilakunya,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Hukum, Ketatalaksanaan, Keuangan, Sumber Daya, dan Usaha Unesa, Bachtiar Syaiful Bachri menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi bagian penting dalam evaluasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat sekaligus penguatan konsep green empowerment.
“Green Empowerment berarti bagaimana kehidupan di Sekolah Rakyat, termasuk guru-gurunya, mampu berpihak pada kehidupan. Ada kepedulian terhadap lingkungan, hidup bersama, toleransi, dan nilai-nilai sosial lainnya,” ujarnya.

www.unesa.ac.id
Menurutnya, Unesa telah menyampaikan berbagai bentuk dukungan yang diberikan kepada SRMA 21, termasuk fasilitas, pendampingan, hingga penguatan kegiatan pembelajaran dan pengembangan karakter siswa.
“Mudah-mudahan Sekolah Rakyat benar-benar mampu mencapai tujuan utamanya, yaitu pengentasan kemiskinan dan memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan,” tambahnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SRMA 21 Unesa Surabaya, Ummi Nadzhiroh menegaskan bahwa pihak sekolah siap mengimplementasikan konsep Green Empowerment dalam kurikulum pembelajaran.

www.unesa.ac.id
“Kami sangat siap menerapkan kurikulum green empowerment dan sangat didukung oleh Unesa dalam berbagai aspek, baik kegiatan ekstrakurikuler maupun penguatan pembelajaran lainnya,” ujarnya.
Selain berdiskusi terkait pengembangan kurikulum dan evaluasi, Maliki juga meninjau langsung berbagai sarana dan prasarana penunjang pembelajaran di SRMA 21 Unesa, mulai dari ruang belajar, asrama siswa, hingga dapur yang digunakan untuk kebutuhan makan sehari-hari para siswa. ][
***
Reporter: Mochammad Ja'far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: